Sunday, January 14, 2018

Kewajiban Menuntut Ilmu

 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ  إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
ِArtinya: Tidak sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Q.S. At-Taubah [9]: 122)

Dari ayat di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa Allah swt. telah mengisyaratkan kepada kita bahwa betapa pentingnya untuk memperdalam atau mengasah pengetahuan khususnya ilmu tentang agama dengan dampingan dari guru, ustadz maupun ustadzah, kiayi, serta 'ulama baik itu di meja sekolah, lingkungan masyarakat, majlis ilmu, maupun sebuah organisasi atau sejenisnya.

Janji Allah swt. bagi orang yang berilmu dijelaskan dalam al-Qur'an surat al-Mujadalah ayat 11 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya : "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S. Al-Mujadalah [58]: 11)

dari asbabun nuzulnya ayat tersebut yang dikisahkan para pahlawan badar yang datang dalam majlis yang dipinpin rasulullah Saw. terjadi desak-desakan karena memang terlalu banyak jamaah yang datang. sedangkan yang sudah datang lebih awal tidak mau memberi kesempatan kepada jamaah yang lain untuk mengikuti majlis tersebut. memang kalau dipikir lebih jauh lagi. ketika seseorang sudah nyaman dalam duduknya apalagi dalam majlis, pasti enggan untuk berdiri dan mempersilahkan jamaah yang baru datang. namun jika ada seseorang yang ikhlas merelakan dan mempersilahkan orang lain turut serta untuk mengikuti majlis yang sarat akan berkah. maka dia adalah orang yang mulia di sisi Alah swt. dan juga dicintai oleh sesama saudaranya.

Janji Allah swt yang terdapat pada ayat di atas dari kalimat "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu". "Jika dikatakan berdiri, maka berdirilah" kelapangan adalah suatu hal yang sangat diinginkan oleh setiap hambah-Nya. kelapangan dapat berupa waktu luang, kemudahan, kenikmatan, rezeki bahkan kesehatan.

Namun hadiah kemuliaan derajat itu tidak akan kita dapatkan kecuali dengan tiga syarat:
1. Orang tersebut harus beriman kepada Allah swt. dengan iman yang mantap dan lurus
2. Orang tersebut harus berilmu, menguasai ilmu (Fardlu 'ain) Agama Islam dan Ilmu Umum (fardlu khifayah)
3. Orang tersebut harus beramal salih, salih dengan segala hal; salih secara spiritual, sosial, maupun profesional


Dalam surat ar-Rahman : 33 Allah swt berfirman 
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Artinya: "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Q.S. ar-Rahman: 33)

yang dimaksud sulthan:kekuatan pada ayat di atas adalah Ilmu pengetahuan. hal ini menunjukkan bahwa dengan bekal ilmu pengetahuan, manusia dapat menembus ruang angkasa.

Q.S ar-Rahman: 33 tersebut mengandung pesan sebagai berikut:
pertama, Allah memberi keleluasan kepada golongan jin dan manusia (seluruh umat manusia; Islam atau non-Isam) agar mereka mau dan mampu untuk maju dan berkarya. bahkan Allah menantang manusia dan jin untuk menembus gugusan langit dan bumi. hal itu bisa dilakukan jika mereka mampu menguasai imu pengetauan dan tehnologi yang berkaitan dengannya. 

Kedua, ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat bagi terwujudnya kemudahan-kemudahan hidup di dunia. bahkan untuk menyelami kehidupan alam ruhaniyah.

Ketiga, Allah swt. telah memberi anugerah yang luar biasa berupa potensi berfikir dengan akal kepada manusia, yang tidak diberikan kepada makhluk lain. sehingga manusia mampu berfikir kritis dan logis.

Sedangkan menuntut ilmu bagi setiap Muslim itu Hukumnya Fardhu (wajib) dalam hadisnya Rasullah saw bersabda:

رواه ابن ماجه والبيهقى)عَنْ اَنَسِ بْنِ مَلِكٍ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ ( 

Artinya: "diriwayatkan dari Anas Ibnu Malik r.a. dia berkata, Rasullah saw. bersabda: "Menuntut Ilmu diwajibkan bagi setiap orang Islam" (H.R. Ibnu Majah)

Ilmu merupakan berwujudan manusia dalam memanfaatkan akal. maka jika manusia itu tidak menggunakan akalnya maka manusia akan lebih rendah dari pada mahkluk lain. namun jika manusia itu menggunakan akalnya maka ia akan lebih mulia dari pada Malaikat. 

kedudukan orang yang menuntut ilmu sendiri disetarakan seperti jihad fisabilillah. memerangi kebodohan pada diri sendiri

seperti sabda Rasullah saw: 

عَنْ اَنَسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: مَنْ خَرَجَ فِيْ طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ (رواه الترمذي)


Aertinya: Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. dia berkata: Rasullah saw. barsabda: "Barang siapa pergi untuk menuntut ilmu, maka dia berjuang di jalan Allah swt. sampai pulang." (HR. Tirmidzi)

amal tanpa ilmu itu nol. dan ilmu tanpa amal juga sama dengan nol. semakin umat Islam menguasai Ilmu pengetahuan dan Teknologi berarti ia sudah jihad fi sabilillah. meningkatkan kualitas Iman dan Ilmu pengetahuan akan menjadikan Islam akan semakin berjaya. umat Islam akan menguasai dunia. lalu apa balasan bagi orang yang berilmu?

jawaban Rasullah saw dalam Haditsnya :
                  مَنْ سَلَكَ طَرِيْقً يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ (رواه احمد) 
Artinya: "Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surag." (HR. Ahmad)
                                                                                                          









0 comments:

Post a Comment